Pencarian Hari Kelima Korban yang Diduga Melompat dari Kapal

Pencarian terhadap DA (24), seorang penumpang yang diduga melompat dari Kapal Motor Penumpang (KMP) Dorothy, kembali dilanjutkan oleh Satuan Polair Polres Lampung Selatan pada hari ke-5. Kegiatan pencarian ini dilakukan di Perairan Sangiang Alur Penyebrangan Merak Bakauheni pada Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.

Iptu Panpan Hermayadi, Kasat Polair Polres Lampung Selatan, menjelaskan bahwa korban dikabarkan melompat ke laut dari KMP Dorothy di lokasi dengan koordinat 05°54’228″ S – 105°50’931″ E. Ia menambahkan bahwa pencarian masih berlangsung dengan menggunakan sarana Kapal Patroli XXV 1016 Satpol Airud Polres Lampung Selatan.

Kronologi Kejadian

Menurut informasi yang diperoleh, korban merupakan seorang pria dengan usia antara 27-30 tahun. Korban adalah penumpang bus Dua Putra yang naik ke KMP Dorothy. Kapal tersebut bertolak dari dermaga 3 Pelabuhan ASDP Bakauheni pada Jumat (5/12) sekira pukul 10.31 WIB, dengan tujuan menuju Pelabuhan ASDP Merak Banten.

Sekitar pukul 11.15 WIB, saat KMP Dorothy memasuki Perairan Sangiang, seorang penumpang diduga jatuh ke laut. Hal ini terpantau melalui CCTV KMP Dorothy. Kapal kemudian melakukan lingkaran putar dan penyusuran pencarian korban sejauh 1-2 mil dari titik jatuhnya korban hingga pukul 12.30 WIB sebelum melanjutkan perjalanan.

Koordinasi dan Upaya Pencarian

Pihak Satuan Polair telah berkoordinasi dengan Basarnas, DitPolair Polda Lampung, serta pihak KMP Dorothy untuk mencari korban. Personel juga melakukan pemantauan dari kapal patroli di sekitar pesisir pulau-pulau.

Pencarian hari ke-5 fokus pada pesisir pantai pulau-pulau yang tidak berpenghuni. Informasi adanya orang yang melompat dari kapal Fery telah disampaikan kepada nelayan agar mereka dapat memberikan informasi jika melihat korban.

Teknis dan Sarana yang Digunakan

Dalam upaya pencarian, tim SAR Gabungan menggunakan kapal patroli XXV 1016. Kegiatan ini dilaksanakan secara intensif dengan pendekatan yang lebih luas, termasuk penggunaan teknologi dan koordinasi lintas instansi.

Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan visual dan pengintaian di area-area yang dianggap memiliki potensi tinggi untuk ditemukannya korban. Mereka juga berupaya mengajak masyarakat setempat untuk membantu dalam proses pencarian.

Tantangan dan Harapan

Meski pencarian terus berlangsung, tantangan tetap ada. Kondisi cuaca dan arus laut bisa memengaruhi efektivitas pencarian. Namun, pihak kepolisian tetap berkomitmen untuk tidak menyerah dan terus berupaya mencari korban.

Harapan besar diarahkan kepada para nelayan dan masyarakat setempat untuk aktif memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda atau keberadaan korban. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan pencarian bisa segera menemukan hasil yang diinginkan.