Konten Sindiran Bintang Emon terhadap Pejabat Pemerintah

Komika Bintang Emon dikenal sering menyampaikan konten dengan nada sindiran melalui akun media sosialnya. Dalam beberapa kesempatan, ia juga memberikan komentar terhadap tindakan yang diambil oleh para menteri dan anggota DPR yang datang ke lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. Meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan nama-nama tertentu, arah sindirannya tampak jelas mengarah pada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).

Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Bintang Emon menyampaikan pendapatnya tentang peran pemerintah dalam menangani bencana kali ini. Ia mengatakan bahwa penurunan peran pemerintah bukan disebabkan oleh adanya influencer atau relawan lain yang lebih baik dalam mendokumentasikan situasi. Menurutnya, ada hal yang tidak biasa dalam pemerintahan saat ini.

“Bukan karena ada influencer lain, relawan lain yang mampu mendokumentasikan lebih baik. Bukan, bapak. Karena memang ada anomali di pemerintahan,” ujar Bintang Emon.

Ia menilai bahwa kehadiran Zulhas ke Sumatera seharusnya bisa memberikan dampak yang lebih besar dibanding hanya sekadar mengangkat karung sembako. Bintang Emon menegaskan bahwa jika tidak ada gimmick dari orang-orang berpengaruh, maka tidak akan ada yang menjilat-jilat. Menurutnya, masyarakat tidak sebego itu.

“Kami suka angkat karung, suka bagi-bagi ya oke, fine. Tapi ada yang bisa dilakukan dan lebih besar dampaknya. Misalnya, saya akan buka list perizinan selama saya menjabat untuk contoh bla bla bla agar penangan bla bla bla, baru bawa karung. Nggak ada yang marah,” katanya.

Selain itu, Bintang Emon juga mengkritik kehadiran sejumlah anggota DPR RI ke Sumatera. Meskipun tindakan mereka dinilai baik, ia berpendapat bahwa pengaruh dan kekuasaan yang dimiliki DPR seharusnya dapat digunakan untuk membawa kebaikan yang lebih besar.

“Oke, saya dari DPR akan mengajak teman-teman untuk mengevaluasi perusahaan sawit apakah sudah benar? Baru pakai rompi, nggak ada yang sebal,” ujarnya.

Bintang Emon memiliki harapan besar kepada DPR dan menteri untuk lebih memanfaatkan kekuasaan dan kewenangan mereka guna memastikan kondisi menjadi lebih baik, yang dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Ia menyarankan agar pemerintah membuat prescon untuk evaluasi siapa yang bertanggung jawab, apa yang harus dikoreksi, dan bagaimana agar tidak terulang kembali.

“Misalnya pemerintah bikin prescon, misalnya nih ya. Ini bencana luar biasa bukan hanya faktor alam saja, tapi ada peran manusia juga di sini. Kita akan evaluasi siapa yang bertanggung jawab, apa yang harus dikoreksi dan bagaimana biar tidak terulang, bla bla bla. Viral sudah itu,” kata Bintang Emon.

Ia juga menyindir dengan meminta menteri dan DPR yang datang ke Sumatera tidak perlu emosi atau marah karena konten videonya tidak viral, kalah dengan konten lain. Menurutnya, mental yang monopoli tidak seharusnya terjadi.

“Jangan bete karena relawan lain yang lebih viral, jangan. Mentalnya monopoli banget. Ini bukan soal ini harus disebarin lebih jauh, lebih luas ya. Kalau ini mah solusinya pakai buzzer lagi. Tapi ini soal inti pesannya,” tegas Bintang Emon.